Melambungnya harga minyak dunia. Memang memaksa pemerintah bertindak untuk mengurangi jatah subsidi BBM jenis premium yang hingga saat ini masih menjadi sumber tenaga bbm favorit masyarakat indonesia. Wacana pembatasan bagi mobil ber cc besar pun mulai di godog, dinaikkannya harga premium pun tinggal menunggu saatnya (yg saat ini masih di pending #mbuhh konspirasi atau bukan
)
Permasalahan ada pada pengguna transportasi beroda 4 atau lebih yang digunakan untuk menunjang roda perekonomian, atau pengguna roda 4 ekonomi menengah ke bawah, daya minum mobil jauh lebih boros dibanding roda2 ,dipaksa mengkonsumsi pertamaxx terlalu jauh beda harganya, sedangkan jika pengguna di range ini tetap menikmati subsidi, serasa tak adil bagi rakyat lain yang mengkonsumsi premium hanya sekedar full tank sepeda motor, dilemanya ketika jasa angkutan mengkonsumsi bbm yg mahal ujung2nya semua kebutuhan bahan pokok akan merangkak drastis! Hmmmmfft syusyahhh!
Saat nya berusaha mencari solusi, kabar baik datang dari mantan kampus tempat saya menimba ilmu
yups team riset fakultas teknik mesin & industri universitas Gadjah Mada di Yogyakarta telah berhasil membuat konverter kit bahan bakar gas yang bisa diproduksi dengan biaya murah … berikut ulasan yang WD kutip dari web resmi ugm.ac.id
Dr.Jayan Sentanuhady, mengatakan pengembangan
prototype konverter telah mulai dilakukan
sejak 2009 silam. Cara kerja konverter pada
mobil gas UGM cukup sederhana, berawal
dari tabung gas bertekanan 200 bar yang
diletakkan di bagasi belakang mobil.
Selanjutnya, gas tersebut disalurkan ke
bagian mesin di depan. Melalui konverter
yang ada, tekanan dapat diturunkan
menjadi 2-3 bar sebelum akhirnya masuk ke
bagian injeksi gas dan manifold.
“

Prinsipnya
sederhana saja, karena tenaga gas ini bisa
diubah (switching) dengan bensin ketika mobil
berjalan maupun dengan kecepatan tinggi,”
Untuk tabung gas, selama
ini memang masih diperoleh
secara terbatas di beberapa
tempat, antara lain Jakarta,
Palembang, dan Surabaya.
Inovasi pemanfaatan konverter
gas akan ramah lingkungan
karena emisi gas buangnya yang
lebih bersih daripada bahan bakar bensin

desain konverter kit mobil gas
ini menggunakan tangki bahan bakar tipe 2
dengan kapasitas 60 liter air atau setara 16
liter skala premium (lsp).
desain konverter kit ini menggunakan
teknologi cukup sederhana dengan harapan
bisa diproduksi secara massal. “Dari sisi
teknologi tidak terlalu tinggi, namun untuk
produksi massal perlu dukungan
pemerintah, politisi dan industri,

Penggunaan Compressed Natural Gas bisa menghemat 20 persen dibanding
premium. Pasalnya, pemakaian 1 lsp gas
dapat menempuh jarak 12 km. Dalam
penelitian tim UGM, konverter kit telah
dipasang pada mobil kapasitas mesin suzuki baleno 1600
cc dan mampu melaju dengan kecepatan 120
km per jam
Guna menguji kehandalan komponen gas konverter kit tersebut, mobil bbg riset ugm ini menempuh uji touring dengan route jogjakarta-jakarta selasa 17 april 2012 kemarin
Sumber : ugm.ac.id
Nah dari ulasan team riset diatas semoga pengujian nya berhasil & dapat dilirik oleh investor yang bersedia memproduksi secara massal dengan standart kualitas yang terhamin serta harga yang bersahabat, sementara andaipun mendapat dukungan politis, semoga bukan hanya ditumpangi kepentingan politic seperti yang sudah sudah … yang hanya berujung kisruh., jauh dari realisasi nya
Caiyyo UGM. , caiyyo karya anak bangsa
Salam from warung DOHC #mantan pewira wiri di gedung grafika teknik mesin Gadjah Mada
Wassalamu’ alaykum








Pake tabung gas 3 kg saja gan.
Lebih mudah nyarinya
Oleh: Yoshi on April 20, 2012
at 8:44 pm
iya tuhh lumayan dengan si melon 15rebu bisa nenempuh 36 km an + +
#maybe sebagai opsi cadangan kalo hampir kehabisan saat jalan kali yee?
Oleh: azizyhoree on April 20, 2012
at 8:58 pm
yg ngeri seandainya tangki motor sport diganti tangki gas. ibarat disuruh ngempit tabung gas di jalanan di siang hari…
alamat kejantanan tergadaikan
Oleh: yanto on April 21, 2012
at 7:28 am
kejantanan tunduk pada lpg?
Oleh: warung DOHC on April 21, 2012
at 7:35 am
kerennnnnnnnnnnnnnnnnn
http://pertamax7.wordpress.com/2012/04/20/diy-pasang-sendiri-stop-lamp-tiger-revo-ke-honda-megapro-part-23/
Oleh: ipanase on April 20, 2012
at 8:48 pm
lha piye pan?
Oleh: azizyhoree on April 21, 2012
at 12:33 am
tabung gas apa nitrous exide toh ?
dicat biru sama tempelin stiker NOS ajib tuh
Oleh: anggiwirza on April 20, 2012
at 9:24 pm
NOS?? bakalan geger entar , baleno nantangin Evo 10 / porsche GT
Oleh: azizyhoree on April 20, 2012
at 9:28 pm
wakakkak..
kamuflase dikit biar lebih keren dibanding mobil baru
Oleh: anggiwirza on April 20, 2012
at 11:31 pm
berani senggol your livin mas broh kalau pake nos mah
Oleh: azizyhoree on April 21, 2012
at 12:33 am
dohc siap ganti GAS 3kg
Oleh: #99 bro. on April 20, 2012
at 9:29 pm
siap gendong melon
Oleh: azizyhoree on April 20, 2012
at 10:29 pm
smoga sukes..
Oleh: Gogo on April 20, 2012
at 9:35 pm
amien
Oleh: azizyhoree on April 20, 2012
at 10:29 pm
tanpa kerjasama karo pemerintah dan ATPM sulit terealisasi..
Oleh: aanhamzah on April 20, 2012
at 10:07 pm
setidaknya kalu atpm /pemerintah ga merespon, harapannya ada produsen yang bsa memproduksi konverter kit dg harga miring, dengan begitu ada opsi bagi masyarakat untuk bisA memasang alat tersebut pada mibilnya
Oleh: azizyhoree on April 20, 2012
at 10:27 pm
iyo Mas..,
saatnya menghargai karya anak Bangsa..
http://bikerpoint.wordpress.com/2012/04/21/detail-foto-tvs-new-apache-rtr/
Oleh: aanhamzah on April 21, 2012
at 1:21 am
UGM = Universitas Gajah Mungkur ??
PISS
Oleh: ax125 on April 20, 2012
at 11:38 pm
semenjak jadi BHMN *badan hukum milik negara , ongkos mirip swasta mas Gede mbayar’ e
Oleh: azizyhoree on April 21, 2012
at 12:21 am
semoga diproduksi massal kalo peminatnya banyak.
http://areeya2.wordpress.com/2012/04/21/konsep-modifikasi-ninja-250-racing-look-with-speed-master-livery/
Oleh: Ari CX Rider on April 21, 2012
at 12:36 am
siph amien , & penggunaan premium tepat sasaran
Oleh: azizyhoree on April 21, 2012
at 1:01 am
3 UGM yg saya kenal :
UGM : universitas gajah mada jogja (aseli)
UGM : universitas gambar maung/macan (universitas siliwangi tasikmalaya)
UGM : universitas galuh maleber (universitas galuh ciamis – lokasinya di maleber, spt ugm yg terkenal dg bulak sumurnya)
hehehehe
Oleh: at0zz on April 21, 2012
at 4:22 am
wahihii klonengan e akej ya? universitas gamping mengulon *cedak e pak hadiyanta
Oleh: warung DOHC on April 21, 2012
at 7:33 am
kyk bom mobil serem men hehe patut di apresiasi
Oleh: tuettuet on April 21, 2012
at 7:27 am
walah emang e bom mobil kayak apa mas?
Oleh: warung DOHC on April 21, 2012
at 7:36 am
awas meledak *takuuuuuuuuuuuuuut
Oleh: bimo96 on April 21, 2012
at 12:56 pm
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/04/21/orang-terkaya-didunia/
Oleh: temonsoejadi on April 21, 2012
at 3:16 pm
kalo mobilnya injeksi,apakah sistem injeksinya d lepas semua yah??
Oleh: Rollerman on April 21, 2012
at 5:15 pm
kl dr kekayaan alam, Indonesia termasuk penghasil gas terbesar bahkan sampai ekspor ke negeri tetangga.
kl mau beralih ke gas memang msti ada dukungan pemerintah secara kebijakan ekonomi dan tentunya politik yang bijak
.
Oleh: Aa Ikhwan on April 23, 2012
at 7:52 am
rawan gak sih ya tapi kalo pake bahan bakar gas ?
Oleh: Mas Rudi on April 23, 2012
at 9:57 am
apa ini ya yg pernah tampil di TVOne ?
Oleh: Ganzimaru on April 26, 2012
at 2:05 pm
Memperhatikan beberapa kasus pada penemuan-penemuan lainnya, sy agak sedikit pesimis. Sepertinya bangsa ini, terutama para pemangku keputusan alias pejabat sulit sekali untuk mengapresiasi karya anak bangsa ini.
Kita masih ingat, bagaimana gencarnya isu pengembangan BBM dari pohon jarak, nyatanya tak pernah muncul hingga kini.
Oleh karena itu sehebat apapun penemuan hasil karya anak bangsa ini, cukup hanya sekedar memenuhi perpustakaan alias sebatas teori.
Oleh: denirosdiana on April 28, 2012
at 8:45 am